Yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin,
selogan yang tak akan pernah menghilang ketika mendengar kata uang, usaha, dan
pengusaha. Ya memang, pandangan ini memang benar dan logis, tapi sebenarnya
selogan itu hanya berlaku di negara komunis, sedangkan kita berada di negara
demokratis, negara yang tidak memandang kelas, entah elit ataupun alit, tanpa
memandang uang atau pun usaha. Hak semuanya adalah hak umum, hak bersifat
mujmal(global/ tanpa ada sesuatu hal yang mengikat) tidak muqoyyid(di batasi
dengan sesuatu yang membuat dirinya menjadi lebih khusus), tapi sayagnnya hal
ini sudah tersemar oleh para tikus elit negeri, -_- . sudahlah gak usah di
bahas lebih dalam, yang terpenting kita gak usah meniru para tikus elit. :D.
oke, langsung kita mulai dari usaha yang bermodal kecil,
Di
antarnya;
ü Uang 5000, dalam hal ini
biasanya di tawarkan oleh penerbit yaitu berupa sebuah buku yang melaunching
seri bukunya yang terbaru dan yang pastinya yang menarik unutk di beli dan di
baca. Dalam hal ini si peminat akan di berikan sebuah poster yang dimana ia
akan menyebarkan atau memberikan kata-kata persuasif kepada orang yang akan
membeli buku tersebut. Seperti contohnya saya akan berikan sebuah contoh: buku
karangan mas rifai
ü Yang
kedua adalah dengan menggunakan modal rp.50.000, dengan uang sebesar itu kita
sudah bisa menjadi penjual pulsa, yha… untungnyanya seh ga seigitu besar kalau
itung-itungan, tapi untungnya cukuplah buat di tabung. Misalnya saja, harga
pulsa 5k, harga dari pusatnya itu 5750(tergantung kartunya, biasanya yang
paling mahal itu kartu as) selanjutnya kita menjualnya ke pembeli dengan harga
6-6.5k, yha lumyanlah, kita dapat pemasukan 250-750 rupiah tiap pulsa 5k yang
telah terjual. Saldo kita jadi tinggal 44250, nanti kalo udah laku semuanya,
jumlahnya menjadi 46000(8x5750) sisa 4000. Untungnya lumyan juga sih, 6ribu,
nanti di buat membeli modalnya lagi, terus-menerus seperti ini, pasti jadi
numpuk deh tuh uang. Hehehe…. Tapi sabar aja kalo teman kita yang membeli,
maklumin dikit lah, biasa sesama pelajar, pulsa dulu. Uangnya belakangan. Tapi
jangan lupa untuk narikin anak yang belum bayar yah, apalagi yang puraa-pura
mikun. Bisa tutup buku buka terop deh... J
ü Okel
selanjutnya yaiut dengan modal 500 ribu, teman dengan uang 500 ribu kita sudah
bisa membuka bisnis percetakan lho, tapi yah gitu kurang maksimal. Mendingan
kalo masih punya uang segitu tabungin aja dulu, nanati kalo udah menyentuh 3 /
2.5 kalinya, baru deh kita buka bisnis percetakan.
ü Yang
terakhir adalah, dengan menggunakan modal sebesar 5jt, wah, kalo kita punya
modal segitu mah buka bisnisnya sih mudah-mudah aja, asalkan kita tidak salah
saja. Kalo salah mah bisa hilang begitu saja uang sebanyak itu. Contoh prkatis
untuk uang sebanyak itu adalah mendirikan warkop, tapi warkop yang kita dirikan
itu ada sebuah menu yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pelanggan kita,
misal kopi, kalo kita membuat kopi biasa, biasanya tak banyak peminatnya,
soalnya mereka sudah memiliki warkop langganan yang lainnya. Maka dari itu kia
ganti namanya menjadi kopi luwak red evil, atau kopi luwak blues, dan yang
lainnya, nah dengan nama yang unik ini, pelanggan akan tertarik untuk datang
memebeli di warkop kita, apalagi enak, wuih, bisa-bisa pelanggan yang ada di
sekitar kita bakal jadi pelanggan tetap. Dan masih ada usaha-usaha yang lain
yang selain contoh di atas.
Dalam
membangun usaha yang terpenting adalah keyakinan untuk tidak gagal, tapi kalo
di dalam usaha kita ada rasa keyakinan gagal, maka pasti kita akan mendapatkannya(
kegagalan itu). Dan hal yang tak kalah penting adalah kita harus berdoa dengan
apa yang telah kita lakukan. Do the best. Amin…

