Yang
tidak kalah penting dalam berusaha adalah kita harus selalu rajin berdoa,
meminta kepa sang maha esa untuk selalu di tuntun di jalan yang di ridloinya.
Berusaha tanpa doa itu sombong namanya, doa tanpa usaha itu bohong. Hubungannya
antar kedua hal tersebut seperti roh dan tubuh, orang yang hanya berusaha tanpa
doa seperti tubuh yang tak memiliki roh, karena tubuh itu memerlukan sentuhan
kehangatan akan sang pencipta dunia ini. dan sentuhan kehangatan ini dengan
cara berdoa. Andai tanpa roh, entah bagaimna jadinya manusia ini, karena pada
hakikatnya subtansi ruh berasala dari tuhan. Dengan perantara ruh manusi dapat
mencapai pengetahuan sejati, ruh itu ibarat cermin, apabila ruh itu kotor, maka
ia tidak dapat menerima segala pengetahuan yang di pancarkan oleh tuhan. Maka
dari itu, untuk bisa menerimanya, ruh kita harus bersih dari hal-hal yang
kotor, misalnya sombong, riya’, hasud dan hal-hal yang semacamnya. lantas tubuh
ini ketika tidak pernah membuat tersentuh akan kehangatan ruhnya, maka kita
tidak akan pernah di anggap oleh sang kholik sebagai manusia, kita di anggap
lebih ashor(rendah) dari binatang. Karena ruh itu ada 2 macam pengetahuan, yang
pertama pengetahuan panca indra dan rasional, hakikatnya jasad itu pengetahuan
tentang panca indra, dan panca indra itu hanya dapat menyerap hal lahiriah
saja, dalam hal ini manusia sama dengan hewan. Sementar pengetahuan secara
rasional merupakan hakikat, yang dimna hakikat itu substansi dari cara untuk
meninggalkan sifat-sifat binatang yang ada pada dirinya, caranya meninggalkan
dunia (urusan hewaniah) dan berfikir serta berkontemplasi tentang hakikat
wujud. Pengetahuan semcam ini merupakan emanasi dari penarian tuhan. Sedangkan
ruh itu cahaya yang bersal dari tuhan. Maka sewajarnya kita tidak boleh
berusaha tanpa memperdulikan ruh, karena dalam hal ini adlah ciri-ciri orang
yang tak beriman.


.jpg)