“memang
begitu indah kawan, kau berlari tanpa arah yang pasti, kau bebas berkelana
kesana kemari, tanpa tali, tanpa rasa hati, jin pun ikut menari bersama dengan
rasa ini. aku tak tau bagaimana aku harus mencari cara yang lirih. menyentuh
diri, menyeka, agar di saat mentari kau ikut bersamaku untuk menikmati, bukan
menghiyanati”. lirihan hati adie atas apa yang ia lihat kepada mereka yang
telah terbebas dari kekejaman hati. terdiam sejenak, dia terdiam tanpa
pandangan angan, terjepit, terpekik akan buaian yang terpelincit. dia tak sadar
bahwa dia hanya memikirkan dirinya, ego, amarah, bahkan berdiam akan
mimpi-mimpi senja. “di!...”. terdengar suara lembut yang merambat menuju ke
kamarnya, tapi angannya tetap membuat ia terteduh paku. “adie!”. suara itu
kembali terdengar, kali ini dia melantunkan dengan nada yang lebih keras dan
komplek, lagi-lagi suara yang merambat ketelinganya tak mampu di cerna oleh
angannya. karena pasrah akan peluang terdengarnya suara diea, dia memetuskan
untuk mencoba membangunkan dari angannya denga mengambil angannya. langkahnya
mulai terdengar, terus menuju sebuah ruang
renung angan petang.
“tak-tak-tak”. dentakan gapyak termuak dari gesekan percikan lantai.
semakin keras dentukannya, terdengar begitu membanar, dengan nada dentak yang
semakin keras menuju ruangannya, dia tetap saja terkokohkan dengan
angan-angannya. “woi, ngelamun wae”. sambar suara tersebut,
akhirnya adie tersentak kaget dan dengan spontan dia menjawab “woi juga”, “lha
kamu ngagetin aku aja” . tegur adie,
“habis kamu dari tadi tak panggil misscall terus, jadi ya aku samperin ke
ruanganmu, kan kebiasaanmu ngelamun”. jawab dengan santai oleh diea“hahaha…. ia
juga sih, maaf-maaf”. sambil tersenyum kepadanya, sang teman juga melakukan hal
yang sama. “oh ya, tadi ngapain kamu negur aku?”. tanya si adie “oh ya sampek
lupa, cepat kesini, ada acara tv yang seru neh”.jawab sang teman “emang acara
tvnya apaan seh, kok dirimu sampai nyamperin ke ruanganku?”. adie kembali
bertanya “sudahlah, gak penting nama temanya apaan, yang terpenting kan isinya,
udah-udah cepat lari kesini, nanti ngomongnya di lanjutin lagi” jawab si diea
sambil berlari terengah-engah, “yaudah deh tak ikutin wae, tapi awas entar kalo
acaranya gak bagus, ke bakso empal ya”. balas adie dengan tersenyum sambil
mengikuti langkah si diea.
“insya
allah”. diea tersenyum dengan mengangkat jari ibunya.
mereka terus berlari, hingga
langkahan-langkahan mereka mulai rapuh dari dunia ini. di ujung dipan-dipan
yang bertahta dan megah sampailah mereka di sebuah ruang penuh aksi dan diksi.
yah, sebuah ruangan tempat kumpulnya anak-anak untuk nongkrong dan dongkrong
saat kegiatan belajar mengajar di sekolah bertepetan dengan tanggal merah. di
sudut ruangan itu terdapatkan benda yang akan terlihat gambar 2d yang akan di
tunjukkan ke akira untuk ia tonton. akito yang sudah mengikuti si dinto dengan
cepat dan terengas-engas akan bernafas sambil bertanya kepadanya,
“mana
acaranya?”,
“sebentar,
acaranya habis iklan ini”. tanggap diea.
“yasudah
deh, aku helai nafas dulu, biar entar pas lihat lebih nyaman”. tanggap balik
temannya.
“sep”. sambil mengangkat ibu jarinya.
sesaat
mereka terdiam tanpa berbicara, tinggal terdengar melody jangkrik yang
bernyanyi begitu anggun nan indah, serta suara jarum jam yang terdengar
melantun bersamaan dengannya,
“wah,
acara tv ini toh”. tanya adie
“ia”.
jawab diea
“pernah
liatkan?”. tambah diea
“ia
pernah, tapi sekmennya kebetulan gak seru, jadi ya gak jadi aku tonton”. balas
adie
“owalah,
yawudah, sekarang kayaknya seru, itu menurutku, entah kalo pendapatmu berbeda”.
si diea menyeru ke adie
“oke
deh”.
7 menit telah berlalu, akhirnya, acara yang telah
di nanti-natikan telah muncul, mereka mulai menutup rapat mulutnya, “semoga
acaranya sependapat dengan dinto”
gremeng si adie,
“pemirsa
setia galaxytv, pada sekmen kali ini kita akan menampilkan sebuah sekilas
perjalanan anak bangsa yang luar biasa tinggi semangatnya. dia adalah tio,
selamat menyaksikan”.
sang
pihak stasion tv memutarkan tentang sekilas perjalanan serta perjuangan yang
bergairah dalam hidupnya “dia adalah anak dari perkampungan yang hidupnya
sederhana. dengan denga kesederhanaannya inilah dia bisa lebih untuk mendpatkan
dunia, karena untuk mendapatkan dunia bukan dari kaya, tapi usaha juang daya,
bukan dari jasad, tapi dari semangat. tio adalah nama anak itu, anak dengan
usia yang terlihat biasa tapi memiliki daya usaha yang luar biasa, walaupun
usianya muda, dia memiliki segudang ukiran presatasi didunia. melukis,
memprogram dan bisnis marketing online. hampir setiap ajang dia mendapatkan
yang terbaik, semuanya tak menyangka, bahwa dia yang tanpa memiliki kaki, dia
percaya, bahwa untuk berjlan tidak harus dengan kaki, dia hanya percaya bahwa
otaklah yang dapat berjalan. kaki tanpa otak tidak mungkin bisa berjalan, tapi
otak tanpa kaki, dia bisa berjalan. tidak ingin merepotkan orang tua secara
berlebihan, ia mulai mencoba corat-coret sebuah kertas kosong, dia mencoba
garis-garis, terus berusaha dan berusaha akhirnya dari garis-garis itu
membentuk sebuah krya lukis yang indah, walaupun dengan kaki, dia bisa
menjelajah dunia, websitenya yang menyediakan jasa perdagangan, dengan
modifikasi webnya yang bagus, nan indah tak heran jika setiap bulannya di
kunjungi hampir 3 juta lebih. tak menerima hanya sebagai jasa web merketing,
dia juga mencoba untuk mengotak-atik fpc(free pascal) atau c++ sebuah aplikasi
komputer yang di dayakan untuk pemograman, entahlah kenpa dia bisa sehebat
itu?, mungkin dengan semangat selokannya yang
wow yaitu “aku bersyukur, tuhan masih memberikan aku rohani yang sempurna, aku bersyukur, walau
aku tak bisa berjalan di tanah, tapi tuhan memperjalankanku lebih cepat dari
itu, yang terpenting, bukan kaki yang bisa di jalankan, tapi otak yang bisa di
jalankan, dan yang tak kalah terpenting lagi adalah semangat untuk meraih
cita-cita” , “memang benar juga sih, orang malas yang bejo itu lebih beruntung
dari orang pintar yang nelongso, tapi orang pintar itu lebih banyak mendapatkan
kebejoan dari pada orang malas, dan satu hal lagi, hidup itu bukan di tentukan
dengan kartu yang baik, tapi bagaimana kita bisa memainkan kartu jelek menjadi
baik” <tambah si tio>, tantu saja dengan semngat juang daya yang
tinggi beginilah yang membuat dia mampu mendapatkan medali emas. seorang anak bangsa yang akan menjadi masa depan
kita, masa depan masyarakat indonesia..
semoga
tayangan tentang sekilas perjalanan singkat tentang tio. semoga bermanfaat dan
sampai jumpa lagi minggu depan dengan sekmen-sekmen yang tak kalah menarik,
hanya di galaxytv”.
“woi!, bengong aja?, gimana?”. sikut si diea
sambil mengekedipkan matanya.
“wah
gimna ya?, aku juga g tau neh harus bilang gimana?”. balas adie.
“lah
hatimu ngerasa gimana toh?”. debat diea.
“masak
gak ada perasaan apa-apa sih?”. tambah diea.
“emm…
gimana yah?, aku ngerasanya sih iri aja dengan dirinya”. jawab adie.
“kenapa?”.
tanya si diea nada melo
“ya lah, masak dia yang tak memiliki jasad
yang sempurna bisa ngalahin aku yang……. yha memamng kenyataan bagini sih”.
jawab adie sambil menghelas nafas
“ya
di, aku juga ngerasa sama kayak gitu?”. debat si diea
“lha
terus gimna neh?, kita sudah terlanjur iri dengan dirinya, aku takut tidak bisa
untuk ngelakuin apa yang terindah”. lanjut si diea
“
ya juga seh, yawudah, gimna kalau kita merubahnya mulai dari sekarang dan mulai
mengubah rasa iri itu sebagai kendaraan yang biasa membawa kita menuju hidup
yang lebih indah?, kan perjalanan kita belum selelesai sampai di sini, dari
pada kita di saat tua kita hanya bisa meratapi sisa hidup ini?”. terang si adie
“ya
juga she, tapi langkah-langkahnya?”. tanya si diea
“lho
cari sendiri, ingat ya, lebih indah jika bisa melewati derita dengan cerita
kita bukan cerita orang lain, dan kita sebagai pengarangnya bukan yang lain”.
jawab di adie
dia
tersenyum dan mengucapkan,
“kau
kau memang temanku yang cerdik, baik
hati dan rendah hati”. puji si diea.
dia
tersenyum, dan berkata “kau juga baik dan tak sombong”.
“makasih
adie diro yanto<nama lengkapnya>”. dia berkata sambil bersenyum.



