Facebook
RSS
Welcome in my blog and Have fun

karena aku tak mau iri

-
masykur


“memang begitu indah kawan, kau berlari tanpa arah yang pasti, kau bebas berkelana kesana kemari, tanpa tali, tanpa rasa hati, jin pun ikut menari bersama dengan rasa ini. aku tak tau bagaimana aku harus mencari cara yang lirih. menyentuh diri, menyeka, agar di saat mentari kau ikut bersamaku untuk menikmati, bukan menghiyanati”. lirihan hati adie atas apa yang ia lihat kepada mereka yang telah terbebas dari kekejaman hati. terdiam sejenak, dia terdiam tanpa pandangan angan, terjepit, terpekik akan buaian yang terpelincit. dia tak sadar bahwa dia hanya memikirkan dirinya, ego, amarah, bahkan berdiam akan mimpi-mimpi senja. “di!...”. terdengar suara lembut yang merambat menuju ke kamarnya, tapi angannya tetap membuat ia terteduh paku. “adie!”. suara itu kembali terdengar, kali ini dia melantunkan dengan nada yang lebih keras dan komplek, lagi-lagi suara yang merambat ketelinganya tak mampu di cerna oleh angannya. karena pasrah akan peluang terdengarnya suara diea, dia memetuskan untuk mencoba membangunkan dari angannya denga mengambil angannya. langkahnya mulai terdengar, terus menuju sebuah ruang  renung angan petang.  “tak-tak-tak”. dentakan gapyak termuak dari gesekan percikan lantai. semakin keras dentukannya, terdengar begitu membanar, dengan nada dentak yang semakin keras menuju ruangannya, dia tetap saja terkokohkan dengan angan-angannya.  “woi, ngelamun wae”. sambar suara tersebut, akhirnya adie tersentak kaget dan dengan spontan dia menjawab “woi juga”, “lha kamu ngagetin aku aja” . tegur  adie, “habis kamu dari tadi tak panggil misscall terus, jadi ya aku samperin ke ruanganmu, kan kebiasaanmu ngelamun”. jawab dengan santai oleh diea“hahaha…. ia juga sih, maaf-maaf”. sambil tersenyum kepadanya, sang teman juga melakukan hal yang sama. “oh ya, tadi ngapain kamu negur aku?”. tanya si adie “oh ya sampek lupa, cepat kesini, ada acara tv yang seru neh”.jawab sang teman “emang acara tvnya apaan seh, kok dirimu sampai nyamperin ke ruanganku?”. adie kembali bertanya “sudahlah, gak penting nama temanya apaan, yang terpenting kan isinya, udah-udah cepat lari kesini, nanti ngomongnya di lanjutin lagi” jawab si diea sambil berlari terengah-engah, “yaudah deh tak ikutin wae, tapi awas entar kalo acaranya gak bagus, ke bakso empal ya”. balas adie dengan tersenyum sambil mengikuti langkah si diea.
“insya allah”. diea tersenyum dengan mengangkat jari ibunya.
            mereka terus berlari, hingga langkahan-langkahan mereka mulai rapuh dari dunia ini. di ujung dipan-dipan yang bertahta dan megah sampailah mereka di sebuah ruang penuh aksi dan diksi. yah, sebuah ruangan tempat kumpulnya anak-anak untuk nongkrong dan dongkrong saat kegiatan belajar mengajar di sekolah bertepetan dengan tanggal merah. di sudut ruangan itu terdapatkan benda yang akan terlihat gambar 2d yang akan di tunjukkan ke akira untuk ia tonton. akito yang sudah mengikuti si dinto dengan cepat dan terengas-engas akan bernafas sambil bertanya kepadanya,
“mana acaranya?”,
“sebentar, acaranya habis iklan ini”. tanggap diea.
“yasudah deh, aku helai nafas dulu, biar entar pas lihat lebih nyaman”. tanggap balik temannya.
“sep”.  sambil mengangkat ibu jarinya.
sesaat mereka terdiam tanpa berbicara, tinggal terdengar melody jangkrik yang bernyanyi begitu anggun nan indah, serta suara jarum jam yang terdengar melantun bersamaan dengannya,
“wah, acara tv ini toh”. tanya adie
“ia”. jawab diea
“pernah liatkan?”. tambah diea
“ia pernah, tapi sekmennya kebetulan gak seru, jadi ya gak jadi aku tonton”. balas adie
“owalah, yawudah, sekarang kayaknya seru, itu menurutku, entah kalo pendapatmu berbeda”. si diea menyeru ke adie
“oke deh”.
7 menit telah berlalu, akhirnya, acara yang telah di nanti-natikan telah muncul, mereka mulai menutup rapat mulutnya, “semoga acaranya sependapat dengan dinto”  gremeng si adie,
“pemirsa setia galaxytv, pada sekmen kali ini kita akan menampilkan sebuah sekilas perjalanan anak bangsa yang luar biasa tinggi semangatnya. dia adalah tio, selamat menyaksikan”.
sang pihak stasion tv memutarkan tentang sekilas perjalanan serta perjuangan yang bergairah dalam hidupnya “dia adalah anak dari perkampungan yang hidupnya sederhana. dengan denga kesederhanaannya inilah dia bisa lebih untuk mendpatkan dunia, karena untuk mendapatkan dunia bukan dari kaya, tapi usaha juang daya, bukan dari jasad, tapi dari semangat. tio adalah nama anak itu, anak dengan usia yang terlihat biasa tapi memiliki daya usaha yang luar biasa, walaupun usianya muda, dia memiliki segudang ukiran presatasi didunia. melukis, memprogram dan bisnis marketing online. hampir setiap ajang dia mendapatkan yang terbaik, semuanya tak menyangka, bahwa dia yang tanpa memiliki kaki, dia percaya, bahwa untuk berjlan tidak harus dengan kaki, dia hanya percaya bahwa otaklah yang dapat berjalan. kaki tanpa otak tidak mungkin bisa berjalan, tapi otak tanpa kaki, dia bisa berjalan. tidak ingin merepotkan orang tua secara berlebihan, ia mulai mencoba corat-coret sebuah kertas kosong, dia mencoba garis-garis, terus berusaha dan berusaha akhirnya dari garis-garis itu membentuk sebuah krya lukis yang indah, walaupun dengan kaki, dia bisa menjelajah dunia, websitenya yang menyediakan jasa perdagangan, dengan modifikasi webnya yang bagus, nan indah tak heran jika setiap bulannya di kunjungi hampir 3 juta lebih. tak menerima hanya sebagai jasa web merketing, dia juga mencoba untuk mengotak-atik fpc(free pascal) atau c++ sebuah aplikasi komputer yang di dayakan untuk pemograman, entahlah kenpa dia bisa sehebat itu?, mungkin dengan semangat selokannya yang  wow yaitu “aku bersyukur, tuhan masih memberikan aku  rohani yang sempurna, aku bersyukur, walau aku tak bisa berjalan di tanah, tapi tuhan memperjalankanku lebih cepat dari itu, yang terpenting, bukan kaki yang bisa di jalankan, tapi otak yang bisa di jalankan, dan yang tak kalah terpenting lagi adalah semangat untuk meraih cita-cita” , “memang benar juga sih, orang malas yang bejo itu lebih beruntung dari orang pintar yang nelongso, tapi orang pintar itu lebih banyak mendapatkan kebejoan dari pada orang malas, dan satu hal lagi, hidup itu bukan di tentukan dengan kartu yang baik, tapi bagaimana kita bisa memainkan kartu jelek menjadi baik” <tambah si tio>, tantu saja dengan semngat juang daya yang tinggi beginilah yang membuat dia mampu mendapatkan medali emas. seorang  anak bangsa yang akan menjadi masa depan kita, masa depan masyarakat indonesia..
semoga tayangan tentang sekilas perjalanan singkat tentang tio. semoga bermanfaat dan sampai jumpa lagi minggu depan dengan sekmen-sekmen yang tak kalah menarik, hanya di galaxytv”.
 “woi!, bengong aja?, gimana?”. sikut si diea sambil  mengekedipkan matanya.
“wah gimna ya?, aku juga g tau neh harus bilang gimana?”. balas adie.
“lah hatimu ngerasa gimana toh?”. debat diea.
“masak gak ada perasaan apa-apa sih?”. tambah diea.
“emm… gimana yah?, aku ngerasanya sih iri aja dengan dirinya”. jawab adie.
“kenapa?”. tanya si diea nada melo
 “ya lah, masak dia yang tak memiliki jasad yang sempurna bisa ngalahin aku yang……. yha memamng kenyataan bagini sih”. jawab adie sambil menghelas nafas
“ya di, aku juga ngerasa sama kayak gitu?”. debat si diea
“lha terus gimna neh?, kita sudah terlanjur iri dengan dirinya, aku takut tidak bisa untuk ngelakuin apa yang terindah”. lanjut si diea
“ ya juga seh, yawudah, gimna kalau kita merubahnya mulai dari sekarang dan mulai mengubah rasa iri itu sebagai kendaraan yang biasa membawa kita menuju hidup yang lebih indah?, kan perjalanan kita belum selelesai sampai di sini, dari pada kita di saat tua kita hanya bisa meratapi sisa hidup ini?”. terang si adie
“ya juga she, tapi langkah-langkahnya?”. tanya si diea
“lho cari sendiri, ingat ya, lebih indah jika bisa melewati derita dengan cerita kita bukan cerita orang lain, dan kita sebagai pengarangnya bukan yang lain”. jawab di adie
dia tersenyum dan mengucapkan,
“kau kau memang temanku yang cerdik, baik hati dan rendah hati”. puji si diea.
dia tersenyum, dan berkata “kau juga baik dan tak sombong”.
“makasih adie diro yanto<nama lengkapnya>”. dia berkata sambil bersenyum. 

Leave a Reply